Na Willa Ajak Penonton Pulang ke Masa Kecil Lewat Cerita Hangat tentang Tumbuh dan Imajinasi

Google News Icon

 

BERANDANEWS.NET, MAKASSAR – Film keluarga Na Willa bersiap menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026. Sebelum tayang nasional, film produksi Visinema Studios ini lebih dulu diputar melalui program Nonton Duluan di 22 kota pada 15 Maret 2026 dan akan tayang serentak di seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026.

 

Antusiasme penonton terlihat bahkan sebelum film ini resmi dirilis secara luas. Tiket pemutaran awal di Jakarta dilaporkan telah habis terjual, sementara penjualan di Bandung dan Depok juga hampir ludes. Gelombang minat ini datang setelah rangkaian special screening yang sebelumnya digelar dan berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, anak-anak hingga para penikmat film.

 

Program Nonton Duluan menjadi cara bagi film ini untuk lebih dekat dengan penonton sekaligus menciptakan pengalaman menonton bersama keluarga menjelang Lebaran. Suasana hangat yang dihadirkan dalam film ini disebut-sebut membuat banyak penonton merasa seperti kembali ke masa kecil.

 

Sejumlah ulasan positif pun bermunculan di media sosial. Reviewer film dari akun @cinemuach menggambarkan pengalaman menonton film ini sebagai sesuatu yang menyenangkan sekaligus emosional.

 

“Masuk dunia Na Willa, best banget sih. Hatiku penuh banget, kayak dipeluk. Sepanjang nonton senyum,” tulisnya.

 

Sementara itu akun @WatchmendID menilai Na Willa menghadirkan pesan tentang parenting yang tetap relevan, meskipun cerita film ini berlatar era 1960-an.

 

Sutradara Ryan Adriandhy mengaku bersyukur melihat respons hangat dari para penonton yang sudah lebih dulu menyaksikan film tersebut. Menurutnya, film ini memang dibuat untuk menghadirkan kembali perasaan sederhana yang sering dirindukan banyak orang saat mengingat masa kecil.

 

“Saya sangat bersyukur dengan respons positif dari penonton yang sudah menonton lebih dulu. Semoga film ini bisa membawa penonton kembali merasakan kebahagiaan masa kecil melalui kisah yang sederhana tapi hangat,” ujar Ryan.

 

Na Willa bercerita tentang seorang gadis berusia enam tahun yang memiliki imajinasi luas terhadap dunia di sekitarnya. Dalam kesehariannya, ia melihat berbagai hal dengan cara yang berbeda—penuh rasa ingin tahu dan keajaiban yang sering kali hanya dimiliki anak-anak.

 

Namun ketika kehidupannya mulai berubah dan teman-temannya satu per satu beranjak sekolah, Na Willa perlahan belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan beberapa hal. Meski begitu, film ini mencoba mengingatkan bahwa menjadi dewasa tidak selalu harus kehilangan rasa ingin tahu yang membuat masa kecil terasa begitu ajaib.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button