Trending

Si Jago Merah Hanguskan Rumah Indo Tuo

Seisi Rumah Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Si Jago merah kembali beraksi di Kabupaten Bone. Peristiwa kali ini, menghanguskan sebuah rumah beserta seluruh isinya.

BONE, BERANDANEWS.NET — Kebakaran hebat terjadi di Dusun Poleonro Desa, Tompong Patu, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (8/10/2021).

Amuk si jago merah itu, terjadi pagi hari sekitar pukul 18.05 Wita. Kobaran api yang hebat menghanguskan sebuah rumah panggung yang milik Indo Tuo (47), warga Dusun Poleonro.

Baca Juga: Puting Beliung Rusak Kios dan Rumah Warga Desa Labotto Bone

Dari informasi yang di himpun penyebab terjadinya kebakaran berawal dari korsleting listrik. Pada saat kebakaran, rumah itu dalam keadaan kosong.

Saksi mata, salah seorang warga setempat, Surianto, yang berada di lokasi mengatakan api sangat cepat menjalar, menghanguskan rumah Indo Tuo.

“Semua habis terbakar tidak ada yang tersisa kami dan masyarakat setempat sudah berusaha untuk membantu,” ungkap Surianto.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Orang Diduga Jaringan Narkoba Internasional di Bone

Beruntung api dapat dijinakkan sebelum menjalar ke rumah lain. “Api berhasil di padamkan setelah Petugas Pemadam Kebakaran Bone tiba di lokasi,” tambah Surianto.

Dalam peristia itu, tidak ada korban jiwa. Namun, perikiraan kerugian materi korban Indo Tuo mencapai puluhan juta rupiah.

BERITA TAMBAHAN REDAKSI: BENCANA PUTING BELIUNG

Sebuah rumah Panggung milik Hj Hasna rusak parah akibat terpaan angin puting kencang berputar.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Labotto, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan sekitar 07.00 wita, Kamis (7/10/2021).

Selain rumah milik Hasna, angin puting beliung juga menghantam dua unit kios dagangan. Kios tersebut masing-masing milik Hj Darmawati dan H Andong.

Kepala Desa Labotto Hamsah saat membenarkan peristiwa alam itu.

“Iya kejadiannya pagi sekali, satu rumah dan dua kios yang terkena puting beliung. Satu orang warga setempat terkena balok kios saat ingin menyelamatkan barang jualannya,” ungkap Hamsah.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Dray Febrianto mengimbau kepada seluruh masyarkat Bone untuk tetap waspada.

“Sekarang ini, kita sulit menebak cuara. Biasa panas tiba-tiba hujan dan anging kencang,” kata Dray Febrianto.

BPBD juga melaporkan, tidak ada korba jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD memperkirakan kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah. (nu-fan/ar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button