Fakta Sejarah Kota Makassar yang Jarang Masuk Buku Pelajaran

Apa Itu Sejarah Kota Makassar?
Sejarah Kota Makassar adalah rangkaian peristiwa yang menjelaskan perkembangan wilayah Makassar dari pusat perdagangan maritim Nusantara hingga menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur.
Makassar berada di pesisir barat daya Pulau Sulawesi dan memiliki posisi strategis di jalur pelayaran antara Maluku, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga kawasan Asia Tenggara. Posisi geografis tersebut menyebabkan Makassar berkembang menjadi pusat perdagangan internasional sejak abad ke-15.
Saat membahas sejarah Makassar, pembahasan tidak bisa dipisahkan dari Kerajaan Gowa, Kerajaan Tallo, pelabuhan internasional, perdagangan rempah-rempah, kolonialisme Belanda, serta perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dalam bahasa Makassar, masyarakat sering menyebut identitas daerahnya dengan ungkapan:
“Makassar tena nia battuanna punna tena ri jari sejarahna.”
Artinya, Makassar tidak dapat dipahami tanpa memahami sejarahnya.
Bagaimana Awal Mula Berdirinya Makassar?
Makassar bermula dari perkembangan dua kerajaan besar yaitu Gowa dan Tallo yang berada di pesisir Sulawesi Selatan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, wilayah Gowa mulai berkembang sekitar abad ke-14 sebagai kerajaan agraris yang kemudian bertransformasi menjadi kerajaan maritim.
Pada awalnya, Gowa terdiri dari sembilan komunitas lokal yang disebut Bate Salapang.
Kesembilan wilayah tersebut kemudian membentuk pemerintahan yang lebih terorganisasi.
Perubahan besar terjadi ketika Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo menjalin persekutuan politik.
Persekutuan ini menghasilkan kekuatan ekonomi dan militer yang dominan di kawasan Indonesia Timur.
Karena itulah sejarah sering menyebutnya sebagai Kerajaan Gowa-Tallo.
Mengapa Makassar Menjadi Pusat Perdagangan Nusantara?
Makassar menjadi pusat perdagangan karena letaknya berada di persimpangan jalur laut Asia Tenggara dan Indonesia Timur.
Pada abad ke-16 hingga abad ke-17, kapal dari berbagai wilayah datang ke pelabuhan Makassar.
Pedagang yang tercatat datang berasal dari:
- Jawa
- Maluku
- Sumatra
- Kalimantan
- Tiongkok
- Portugis
- Melayu
- Gujarat
- Arab
Pelabuhan Makassar menerapkan sistem perdagangan terbuka.
Kebijakan ini memungkinkan semua pedagang melakukan transaksi tanpa monopoli.
Kondisi tersebut berbeda dengan kebijakan monopoli rempah yang diterapkan VOC di wilayah lain.
Akibatnya, aktivitas ekonomi di Makassar berkembang pesat.
Data sejarah yang dihimpun oleh Arsip Nasional Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada pertengahan abad ke-17, Makassar menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Asia Tenggara.
Siapa Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah Makassar?
Tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Makassar adalah Sultan Hasanuddin.
Sultan Hasanuddin memimpin Kerajaan Gowa antara tahun 1653 hingga 1669.
Ia memimpin perlawanan terhadap VOC yang berusaha menguasai perdagangan di Indonesia Timur.
Karena keberaniannya, Belanda menjulukinya “De Haan van Het Oosten” atau Ayam Jantan dari Timur.
Perlawanan Sultan Hasanuddin berlangsung dalam berbagai pertempuran laut dan darat.
Konflik tersebut mencapai puncaknya pada Perang Makassar tahun 1666–1669.
Nama Sultan Hasanuddin kini diabadikan menjadi:
- Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
- Universitas Hasanuddin
- Jalan-jalan utama di berbagai kota Indonesia
Contoh nyata pengaruh tokoh ini terlihat dari masuknya Sultan Hasanuddin dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia sejak tahun 1973.
Bagaimana Perang Makassar Mengubah Sejarah Kota Makassar?
Perang Makassar menyebabkan perubahan politik dan ekonomi terbesar dalam sejarah kota ini.
VOC yang dipimpin oleh Cornelis Speelman melancarkan operasi militer besar terhadap Kerajaan Gowa.
Konflik berlangsung selama tiga tahun.
Pada tahun 1667 ditandatangani Perjanjian Bongaya.
Perjanjian tersebut memuat puluhan pasal yang membatasi kekuatan Gowa.
Beberapa dampaknya antara lain:
| Sebelum Perjanjian Bongaya | Setelah Perjanjian Bongaya |
|---|---|
| Perdagangan bebas | Dominasi VOC |
| Armada laut kuat | Armada dibatasi |
| Pelabuhan internasional terbuka | Aktivitas diawasi VOC |
| Gowa sebagai kekuatan regional | Pengaruh politik menurun |
Perjanjian tersebut mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Indonesia Timur selama ratusan tahun berikutnya.
Apa Fungsi Benteng Rotterdam dalam Sejarah Makassar?
Benteng Rotterdam berfungsi sebagai pusat administrasi kolonial Belanda setelah jatuhnya Kerajaan Gowa.
Benteng ini awalnya bernama Benteng Ujung Pandang.
Setelah dikuasai VOC, namanya diubah menjadi Fort Rotterdam.
Bangunan tersebut menjadi:
- Markas militer
- Kantor pemerintahan
- Gudang perdagangan
- Penjara politik
Pangeran Diponegoro pernah diasingkan di benteng ini sejak tahun 1830 hingga wafat pada tahun 1855.
Saat ini Benteng Rotterdam menjadi salah satu situs sejarah paling penting di Sulawesi Selatan.
Bagaimana Islam Mempengaruhi Perkembangan Makassar?
Islam mempengaruhi sistem pemerintahan, hukum, pendidikan, dan budaya masyarakat Makassar.
Kerajaan Gowa resmi memeluk Islam pada tahun 1605.
Raja Gowa ke-14, I Mangarangi Daeng Manrabia, kemudian bergelar Sultan Alauddin.
Masuknya Islam menghasilkan perubahan besar.
Perubahan tersebut meliputi:
- Penggunaan hukum Islam
- Penyebaran pendidikan agama
- Hubungan diplomatik dengan kerajaan Islam lain
- Perkembangan literasi aksara lontara
Penelitian Universitas Hasanuddin tahun 2022 menunjukkan bahwa pengaruh Islam masih terlihat kuat dalam struktur sosial masyarakat Sulawesi Selatan hingga sekarang.
Dalam bahasa Makassar dikenal ungkapan:
“Sipakatau, sipakainge, sipakalabbiri.”
Artinya:
- Saling memanusiakan
- Saling mengingatkan
- Saling menghormati
Nilai tersebut berkembang bersama penyebaran Islam di wilayah Gowa dan Tallo.
Bagaimana Makassar Berkembang pada Masa Kolonial Belanda?
Makassar berkembang menjadi pusat administrasi kolonial di Indonesia Timur.
Belanda membangun:
- Pelabuhan modern
- Jalur transportasi
- Kawasan perdagangan
- Infrastruktur pemerintahan
Pada akhir abad ke-19, Makassar menjadi pusat distribusi hasil bumi dari Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Komoditas utama saat itu meliputi:
- Kopi
- Kopra
- Rempah-rempah
- Kayu
- Hasil laut
Pertumbuhan ekonomi tersebut menyebabkan urbanisasi meningkat.
Penduduk dari berbagai etnis mulai menetap di Makassar.
Apa Peran Makassar dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia?
Makassar menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap kembalinya kekuasaan kolonial setelah Proklamasi 1945.
Masyarakat Sulawesi Selatan membentuk berbagai organisasi perjuangan.
Tokoh-tokoh lokal terlibat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Konflik berlangsung hingga awal 1950-an.
Periode tersebut menghasilkan perubahan politik besar di kawasan Indonesia Timur.
Makassar kemudian menjadi bagian penting dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagaimana Makassar Berubah Menjadi Kota Metropolitan?
Makassar berubah menjadi kota metropolitan melalui pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penduduk Kota Makassar telah melampaui 1,4 juta jiwa.
Wilayah metropolitan Mamminasata mencakup:
- Makassar
- Maros
- Sungguminasa
- Takalar
Kawasan ini menjadi pusat ekonomi terbesar di Indonesia Timur.
Beberapa sektor utama meliputi:
- Perdagangan
- Logistik
- Pendidikan
- Pariwisata
- Industri kreatif
Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar melayani jutaan ton barang setiap tahun dan menjadi simpul logistik nasional.
Faktor Apa yang Membuat Makassar Tetap Penting Hingga Saat Ini?
Makassar tetap penting karena memiliki kombinasi keunggulan geografis, ekonomi, dan historis.
Faktor utamanya meliputi:
- Lokasi strategis di jalur laut nasional.
- Pelabuhan terbesar di Indonesia Timur.
- Pusat pendidikan Sulawesi Selatan.
- Hub perdagangan antar pulau.
- Destinasi wisata sejarah dan budaya.
- Gerbang menuju kawasan timur Indonesia.
Faktor-faktor tersebut menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten dibanding banyak kota lain di kawasan timur Indonesia.
Apa Kesalahan Umum Saat Memahami Sejarah Makassar?
Kesalahan paling umum adalah menganggap Makassar hanya berkembang setelah masa kolonial.
Faktanya, Makassar sudah menjadi pusat perdagangan internasional sebelum VOC hadir.
Kesalahan lainnya meliputi:
- Menyamakan Gowa dengan Makassar secara penuh.
- Mengabaikan peran Kerajaan Tallo.
- Menganggap perdagangan rempah hanya terjadi di Maluku.
- Mengabaikan peran pelaut Bugis-Makassar.
Pemahaman yang tepat harus melihat hubungan antara perdagangan, politik, budaya, dan pelayaran.
Apa Fakta Menarik yang Jarang Dibahas tentang Sejarah Makassar?
Makassar memiliki sejumlah fakta yang jarang muncul dalam artikel umum.
Beberapa di antaranya:
1. Makassar Pernah Menjadi Kota Paling Kosmopolitan di Nusantara
Pada abad ke-17, berbagai komunitas asing tinggal dan berdagang di Makassar.
2. Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Dagang
Pedagang dari berbagai negara menggunakan Melayu sebagai lingua franca.
3. Pelaut Makassar Berlayar Hingga Australia
Penelitian Australian National University menunjukkan nelayan Makassar telah berlayar ke Australia Utara sejak abad ke-18.
4. Benteng Rotterdam Menyimpan Ribuan Artefak
Artefak tersebut mencakup naskah lontara, senjata tradisional, dan dokumen kolonial.
5. Makassar Menjadi Simpul Indonesia Timur
Peran tersebut tetap bertahan hingga era modern.
FAQ Sejarah Kota Makassar
Kapan Kota Makassar mulai berkembang?
Makassar mulai berkembang pesat antara abad ke-15 hingga abad ke-17 melalui perdagangan maritim internasional.
Siapa pendiri Kerajaan Gowa?
Kerajaan Gowa terbentuk dari penyatuan sembilan komunitas Bate Salapang dan berkembang secara bertahap melalui sistem kerajaan lokal.
Mengapa Sultan Hasanuddin terkenal?
Sultan Hasanuddin terkenal karena memimpin perlawanan terhadap VOC dalam Perang Makassar.
Apa isi utama Perjanjian Bongaya?
Perjanjian Bongaya membatasi kekuatan Kerajaan Gowa dan memperluas dominasi VOC di Indonesia Timur.
Apa peninggalan sejarah paling terkenal di Makassar?
Benteng Rotterdam menjadi peninggalan sejarah paling terkenal yang masih berdiri hingga sekarang.
Mengapa Makassar disebut gerbang Indonesia Timur?
Makassar menjadi pusat transportasi, perdagangan, dan logistik yang menghubungkan berbagai provinsi di Indonesia Timur.
Apa hubungan Makassar dengan Australia?
Pelaut Makassar melakukan perdagangan dan penangkapan teripang di Australia Utara sebelum kolonisasi modern.
Apakah budaya Makassar masih terlihat saat ini?
Budaya Makassar masih terlihat melalui bahasa, kuliner, adat istiadat, nilai Sipakatau, serta tradisi maritim masyarakat Sulawesi Selatan.
Kesimpulan
Sejarah Kota Makassar menunjukkan perjalanan panjang dari pusat perdagangan maritim Nusantara menjadi metropolitan terbesar di Indonesia Timur. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh Kerajaan Gowa-Tallo, perdagangan internasional, penyebaran Islam, Perang Makassar, kolonialisme Belanda, hingga pembangunan modern pasca kemerdekaan. Posisi geografis strategis menghasilkan peran ekonomi yang bertahan selama berabad-abad. Nilai budaya seperti sipakatau, sipakainge, sipakalabbiri tetap menjadi fondasi identitas masyarakat hingga hari ini. Karena itu, memahami sejarah Makassar berarti memahami salah satu simpul terpenting dalam sejarah maritim Indonesia.