MIWF 2026 Hadirkan Ruang Literasi dan Solidaritas Kolektif di Benteng Rotterdam Makassar

MAKASSAR, BERANDANEWS.NET— Makassar International Writers Festival 2026 kembali digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026 di Benteng Rotterdam.

Festival literasi internasional yang telah menjadi agenda budaya tahunan di Kota Makassar ini mengangkat tema “Re-co-ordinate”, sebagai refleksi atas pentingnya membangun ulang hubungan sosial, pengetahuan, dan gerakan bersama di tengah berbagai tantangan global.

Tema tersebut menjadi semangat utama MIWF 2026 dalam menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi lintas disiplin. Festival ini diharapkan dapat mempertemukan penulis, seniman, akademisi, pegiat komunitas, aktivis, hingga masyarakat umum dalam satu ruang dialog yang terbuka dan inklusif.

Penyelenggara MIWF menilai bahwa situasi dunia saat ini menghadirkan berbagai persoalan kompleks, mulai dari krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga perubahan budaya dan identitas. Karena itu, diperlukan ruang bersama untuk menyusun kembali arah gerakan kolektif yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Melalui tema “Re-co-ordinate”, MIWF ingin mengajak publik untuk melihat kembali bagaimana solidaritas, praktik perawatan bersama, serta pertukaran pengetahuan dapat menjadi bagian penting dalam membangun harapan baru di tengah berbagai krisis.

Selama empat hari pelaksanaan, MIWF 2026 akan menghadirkan berbagai program seperti diskusi publik, peluncuran buku, lokakarya, pertunjukan seni, pemutaran karya audio visual, hingga aktivitas komunitas yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang.

Program-program tersebut dibagi ke dalam empat subtema utama, yakni Home and Belonging, Collective Care, Knowledge Management, serta Justice and Collective Power.

Subtema Home and Belonging membahas tentang ruang hidup, identitas, dan rasa memiliki dalam masyarakat modern. Sementara Collective Care menyoroti pentingnya budaya saling merawat dan solidaritas sosial di tengah dinamika kehidupan saat ini.

Adapun Knowledge Management mengangkat isu pengelolaan pengetahuan dan akses informasi sebagai bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan setara. Sedangkan Justice and Collective Power akan membahas kekuatan kolektif masyarakat dalam memperjuangkan keadilan sosial serta perubahan yang berkelanjutan.

Selain menjadi ruang perayaan literasi, MIWF 2026 juga kembali menegaskan komitmennya terhadap gerakan ramah lingkungan. Sejak 2019, festival ini secara konsisten menerapkan konsep nirsampah dan mengurangi jejak karbon dalam pelaksanaan kegiatan.

Melalui kampanye tersebut, pengunjung diajak untuk membawa tumbler dan alat makan pribadi guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama festival berlangsung.

Bagi penyelenggara, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari praktik literasi dan tanggung jawab sosial. Karena itu, MIWF terus mendorong lahirnya kesadaran kolektif tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan budaya dan literasi.

Tidak hanya itu, MIWF 2026 juga menjadi ruang kolaborasi kreatif bagi para relawan muda dari berbagai divisi. Mulai dari ilustrator, desainer poster, tim audio visual, editor video, hingga relawan relasi media turut mengambil bagian dalam mempersiapkan festival tahun ini.

Ilustrasi kampanye MIWF 2026 dibuat oleh Alan Fajar Ma’aarij, sementara video campaign dan video teaser diproduksi oleh relawan Divisi Video, Audio Visual, serta Divisi Publikasi dan Promosi.

Melalui semangat #MeiKeMakassar, masyarakat diajak untuk ikut meramaikan festival ini sekaligus menjadikan MIWF sebagai ruang berbagi gagasan, kreativitas, dan solidaritas antar komunitas.

“Kita #MeiKeMakassar. Sampai jumpa di MIWF dan jangan lupa bawa tumbler dan alat makanmu,” tulis panitia dalam kampanye resmi MIWF 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button