Wanita Cianjur Istri Siri Warga Timteng Tewas Akibat Penyiraman Air Keras

Wanita Cianjur, Sarah (21) korban penyiraman air keras oleh suami, meninggal dunia. Warga Cianjur itu, sempat menjalani penanganan medis di rumah sakit.

CIANJUR, BERANDANEWS.NET – Istri seorang pria asal Timur Tengah, Sarah mengalami luka bakar serius akibat siraman air keras suaminy. Suami korban bernama Abdul Latif (29), warga negara (WN) asal Timur Tengah juga menyiksa korban.

“Korban meninggal tadi jam setengah sembilan malam. Meninggal di RSUD Sayang,” ucap Kapolsek Cianjur Kompol Ahmad Suprijatna, Sabtu (20/11/2021).

Sementara, Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur Darmawan juga membenarkan kabar itu. Ia mengatakan sedinya pasien tersebut sedianya akan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Meninggalnya saat hendak kita rujuk. Tadi menunggu dulu ICU kosong, karena korban harus segera masuk ICU. Kondisinya parah, luka bakar serius 99 persen,” kata Darmawan.

Darmawan mengatakan, korban mengalami masa kritisnya sejak masuk RSUD Sayang pada pukul 02.00 WIB hingga 20.30 WIB.

Saat ini, jasad korban masih berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD Sayang Cianjur. Pihak kepolisian akan mengautopsi jenazah Sarah untuk kepentingan penyelidikan.

“Masih di IPJ (kamar jenazah). Menunggu proses autopsi,” ujar Darmawan.

Sarah luka bakar serta memar akibat siraman air keras dan siksaan sang suami, Abdul Latif. Penganiayaan tersebut berlangsung di rumah orang tua korban di Cianjur, Sabtu (20/11) dinihari, pukul 01.00 WIB.

Abdul Latif yang baru menikahi Sarah 1,5 bulan, menyiksa korban dengan mengikat tangannya menggunakan tali. Pelaku memukul dan membenturkan wajah istri sirinya itu ke tembok rumah.

Pelaku menyiram tubuh Sarah dengan air keras yang di duga sudah pelaku siapkan. Efek air keras mengakibatkan korban kekerasan sang suami mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Abdul Latif kabur usai bertindak keji menganiaya Sarah. Polisi turun tangan mengejar WN asal Timteng tersebut. (bs/ar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button