IKUTI FORUM PANDU SE-ASIA PASIFIK,  SPJM SAMPAIKAN POTENSI LAYANAN MARINE

MAKASSAR, BERANDANEWS.NET,  – Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bagian dari Pelindo Group menyampaikan potensi layanan marine dalam 3rd The Asia Pacific Maritime Pilots’ Forum (APMPF) di Seoul, Korea.

APMPF adalah forum bagi para perwira pandu untuk melakukan update terkait perkembangan peran perwira pandu. Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, yakni 29 hingga 31 Agustus 2023, dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Prasetyadi bersama delegasi Indonesia yang terdiri dari unsur Pelindo, Kementerian Perhubungan, serta asosiasi pandu Indonesia antara lain Pasoroan Herman Harianja selaku President INAMPA (Indonesian Maritime Pilot’s Association).

Dalam kesempatan itu, Prasetyadi memaparkan bahwa Pelindo yang saat ini telah merger dengan menyatukan kekuatan dan kapasitas Pelabuhan Indonesia (Persero) di seluruh Indonesia. Ia kemudian menjelaskan kedudukan keempat subholding yang dibawahi oleh Pelindo, salah satunya Pelindo Jasa Maritim, serta memaparkan keunggulan yang dimiliki SPJM khususnya dalam layanan marine.

“Area layanan kami se-Indonesia dengan dukungan 228 kapal tugboat, lebih dari 700 pandu, ditambah 1.700 kru kapal dan 300 lebih operator radio, termasuk 60 kantor cabang, ”Kata Prasetyadi.

Lebih lanjut, dirinya menyampaiakan bahwa layanan marine SPJM telah memadai dan mumpuni serta disediakannya jaminan level of service khususnya layanan pemanduan laut dalam. Diperkuat oleh 56 pandu laut dalam yang bersertifikasi dan memiliki keahlian dan pengalaman.

10 perwira pandu diantaranya juga tersertifikasi sebagai Person in Overall Advisory Control (POAC). Saat ini total Pandu Pelindo yang dikelola oleh SPJM berjumlah sekitar 716 pandu profesional Class 1 dan Class 2.

Dari 716 orang pandu tersebut, 15 di antaranya telah meraih “International Ships Handling Certificate“ dari Inggris, Australia, Singapura and Prancis.

Dalam forum ini, lebih lanjut Prasetyadi menyampaikan urgensi pemanduan di Selat Malaka. Terutama dalam upaya keselamatan kapal dan lingkungan, dimana pengoptimalan layanan pemanduan di area Strait of Malacca and Singapore (SOMS) sangat berdampak pada ekosistem marine setempat. Jumlah dan ukuran kapal yang besar membutuhkan dukungan pemanduan agar kapal dapat melalui perairan dengan selamat. Tidak terkira besarnya potensi pencemaran yang dapat terjadi, seiring dengan kecelakaan kapal yang berlayar tanpa pemanduan. Sebut saja polusi dan tumpahan minyak yang membahayakan perairan yang merupakan territorial di 3 negara, yaitu Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Karena kedudukan Malaka ibarat jantung dalam rute pelayaran dan arus barang yang merupakan kebutuhan penduduk dunia, Prasetyadi mengajak para professional di bidang maritim se-Asia Pasifik tersebut, untuk turut menyatukan komitmen dan mendukung inisiatif keselamatan dan keamanan di area SOMS.

Di sela-sela forum, Direktur Utama SPJM menyempatkan untuk berkomunikasi dengan para perwira pandu dari beberapa negara tetangga antara lain Negara Brunei dan Chief of Pilot dari Papua Nugini untuk berkolaborasi dalam beberapa program pandu seperti Mooring Master dan Kapal Tunda. (*/RLS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button