Bela Mega soal Minyak Goreng, Anwar Abbas: Kalau Emak-Emak Bersatu, Mafia Bangkrut!

JAKARTA, BERANDANEWS.NET – “Bila ibu-ibu atau emak-emak di negeri ini bisa bersatu maka mafia minyak goreng dan atau mafia-mafia lainnya tentu akan bisa bertekuk lutut di hadapan kekuatan yang mereka miliki,” kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas.

Ia membela pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati terkait kelangkaan minyak goreng. Mega sebelumnya menyoroti masalah kelangkaan minyak goreng yang kemudian memantik perdebatan di tengah publik.

Menurut Anwar, pernyataan Mega apabila di tangkap dengan hati yang jernih dapat menjadi sebuah senjata yang ampuh. Pasalnya, hal tersebut akan bisa memberikan dampak sosial ekonomi dan politik yang positif.

Baca Juga : Genjot Vaksinasi, Pemkab Gowa Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

“Menurut saya, apa yang Ibu Megawati sampaikan, kalau kita tangkap dengan hati yang jernih, malah bisa menjadi sebuah senjata yang sangat ampuh. Karena hal tersebut akan bisa menimbulkan dampak sosial ekonomi dan politik yang positif yang luar biasa besarnya,” kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/3).

Sebelumnya, Mega mempertanyakan apakah ibu-ibu di Indonesia hanya mengetahui cara memasak dengan menggoreng. Hal itu, Mega lontarkan di tengah situasi kelangkaan minyak goreng dan banyak ibu-ibu yang rela mengantre demi bisa membeli minyak goreng.

Padahal, menurut Mega, ada cara masak lain dalam mengelola bahan makanan, seperti merebus hingga mengukus.

Nah, menurut Anwar, pernyataan Mega itu seharusnya bisa menjadi komunikasi sosial di antara sesama ibu-ibu. Dengan meningkatkan diskusi bagaimana cara yang tepat agar masakan yang mereka buat tidak memakai minyak goreng dan tetap enak.

Kata dia, dari perspektif ekonomi, kalau ibu-ibu bisa menyajikan makanan yang enak kepada keluarganya tanpa di goreng hal ini akan sangat berdampak pada usaha dari para mafia minyak goreng dan atau para pedagang besar minyak goreng.

Baca Juga : Kenalkan Situs Sejarah Lewat Gowes Wisata Budaya, Danny:Mari Gaungkan Pariwisata

Sebab, bila dari langkah itu di ambil oleh ibu-ibu, akan membuat permintaan terhadap minyak goreng menurun secara drastis.

“Bila hal ini, berlangsung cukup lama, maka tentu usaha mereka akan bangkrut,” imbuhnya.

Anwar juga mengatakan, hal ini bisa mendorong mereka untuk melepas stok minyak goreng yang mereka simpan atau timbun. Sehingga kehidupan ekonomi terutama yang terkait dengan minyak goreng tentu akan kembali normal.

Dari perspektif politik kata Anwar, pernyataan Mega tentu akan bisa menciptakan stabilitas kehidupan masyarakat yang baik. Pasalnya, mereka bisa kembali hidup dengan tenang.

“Kesimpulannya, bila ibu-ibu atau emak-emak di negeri ini bisa bersatu, maka mafia minyak goreng. Dan atau mafia-mafia lainnya tentu akan bisa bertekuk lutut di hadapan kekuatan yang mereka miliki,” jelas Anwar.

Diketahui, minyak goreng telah kembali langka dan mendadak mahal. Sebab, Mendag Muhammad Lutfi telah mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 6 Tahun 2022 tentang HET Minyak Goreng Sawit.

Pemerintah sebelumnya menetapkan HET minyak goreng curah Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp. 13.500 per liter, dan kemasan premium Rp14 ribu per liter.

Namun, dengan pencabutan aturan itu, HET minyak goreng curah kini menjadi Rp14 ribu per liter. Sedangkan, harga kemasan premium di serahkan kepada mekanisme pasar. (cr/up)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button